Thursday, February 20, 2025

5 Tahun Vakum dan Kini Aku kembali

 


Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, 

Hai, aku Ari di tahun 2025 yang akan menjadi kupu-kupu setelah sebelumnya menjadi pupa. Entah kenapa writer's block ku ini terlalu amat sangat panjang 😭, sampai aku menemukan sebuah postingan iklan dari Instagram tentang "Penulis Subuh". Sesuatu hal terjadi bukan karena kebetulan, tentu ini semua dari Tuhan yang menggerakkan aku untuk bergabung di komunitas ini. 

Lantas ketika sudah tergabung aku langsung terus bisa menjadi penulis handal nantinya? aaaahhh itu bukan yang aku pikirkan saat ini, aku ingin mengejar sebuah konsistensi. Keinginan ini tentu bukan serta merta aku ingin menjadi sempurna, tapi ini tentang proses. Terdengar klise, tapi ini yang aku alami saat ini. Entah nanti perjalanannya seperti apa, tapi aku akan mengikat keinginan ini dengan aku menulis. Karena ketika aku dalam fase yang tidak on fire lagi, aku masih bisa kembali menilik sebuah tulisan komitmen yang aku buat. 

Perjalanan untuk menjadi tulisan ini tentu bukan hal yang instant, ada beberapa rentetan moment yang mendukung hingga akhirnya aku memulai kembali untuk menarikan jari-jari diatas keyboard. Awalnya aku membeli sebuah buku yang berjudul "Yang Merasa Malas" karya Ipnu R. Noegroho. Dijelaskan bahwa rasa malas dan ingin menunda-nunda ini memang hal yang sering terjadi, entah dalam apapun itu. Karena tidak ada oneday, yang ada sebenarnya sunday to saturday. Jika hal yang memang bisa dikerjakan hari dan detik ini juga maka lakukanlah. Kita tidak ada akan tahu apakah esok itu moment kita masih sama? jangan-jangan ketika kita menunda untuk melakukan besok eh ternyata ada aja moment yang kita merasa itu tidak pas. 

Monday, March 30, 2020

Vitalis My Mood Booster



Instruksi pemerintah untuk stay at home,
Saya dan siapapun pasti shock sejenak dengan wacana ini di awal-awalnya. Yasss.. Virus Corona yang merupakan pandemi ini bisa merubah pola hidup dan kehidupan. Mau apalagi selain bisa menerima ini sebagai ujian bersama dan mendukung program pemerintah ini dengan bijak.

Awalnya saya masih tidak dalam tahap panik, namun semakin hari lah kok dampaknya ke pekerjaan juga. Oke,, mulanya hanya pembatasan atau social distancing dilanjutkan dengan sekolah anak yang memberlakukan belajar secara online di rumah. Finally saya dan seluruh rekan kerja saya harus Work From Home.

Manusia mah apa atuh, banyak ngeluhnya.. Libur kerja cuma sehari, terus minta 5 hari kerja. Kalau bisa cuti tahunan itu nggak cuma 12 hari tapi sebulan.. hahaha,, serakah kok serakah libur. Mengidam-idamkan untuk bisa menemani anak dan berkumpul bersama keluarga lama, katanya kalau Office Hour itu menyita waktu dengan keluarga.

Sekarang giliran dikasih waktu lama untuk bekerja dari rumah aja masih aja ngeluh ,, bosan lah, kehabisan idelah, mau ngapain dirumah, ngadepin anak full 24jam, dan sederet keluhan lainnya.

Me too,, Work From Home ternyata jadi double job. Kalau office hour itu ada jam istirahatnya, tapi kalau WFH ini sederet waktu istirahat berubah jadi pekerjaan rumah ^_^ .. Syalutt sama para wanita yang full of mom atau work from home plus plus .. plus disini ya udah jadi istri, kerja dirumah, full of mom lagi ,, ku sungguh kagum.

Pengalaman Work From Home ini ditambah menemani anak sekolah secara online dan les secara online merupakan kewajiban yang membuat saya tidak beranjak dari depan laptop. Karena mengejar DL pekerjaan dan sejenak menjadi Mimin para mahasiswa yang memiliki trouble berkaitan dengan IT kampus, membuat mood ini jadi swing banget.

Meskipun tidak ada di kantor, tapi jadwal rapat pun menyusul beruntun. Grup WA pun bermunculan sehingga list grup bertambah, belum lagi WA grup ini pun tak pernah sepi dengan informasi yang campur-campur. Oke fix beberapa grup WA di mute selama waktu yang belum ditentukan hahaha,,

Wednesday, December 11, 2019

Menyikapi Hari Tua


Tua tak boleh ditolak,
Dulu mikirnya takut itu akan kematian aja, tetapi makin bertambah angka dan berkurangnya jatah hidup didunia jadi makin sering worry ke banyak hal.

Jadi hidup kian parno aja, iya nggak sih? apa diriku doang ya yang parno.
Pas masih SD mikirnya belajar, jajan dan main. SD tingkat akhir mikirnya dapat sekolah negri untuk SMP nya. SMP worry karena takut dikejar-kejar cowok LOL berasa princess. SMA masa yang tenang karena ya semua cewek, terus tinggal kejar nilai aja. Masa kuliah, masa mikir lebih keras dan lebih lama untuk nggak tidur malam. Karena tugas yang bertubi-tubi dan tiba masa bikin tugas akhir.

Enaknya nggak mikir uang dapetnya darimana, kecuali minta ke orangtua. Terus ketika tugas akhir gini, kan udah mau lulus yak. Nah,,, kepikiran buat nyari kerja nih. Beruntungnya saya, sudah bisa memiliki penghasilan sendiri sebelum lulus. Jadi buat biaya pengerjaan tugas akhir, sampai wisuda bisa dijabanin sendiri. Bangga deh rasanya nggak ngebebanin biaya ke orangtua. Dan nggak butuh waktu lama untuk menjadi pengangguran.

Wednesday, October 24, 2018

[pengalaman] Ketika Anak Kena Pneumonia


Hal yang membuat hati seperti pecah adalah melihat anak sakit. Anak adalah impian dan harapan (mungkin) bagi setiap orangtua. Begitu mereka sakit, duh kayak pengen nuker rasa sakit itu ke diri kita (sebagai orangtua). Tapi kalau kita yang sakit, siapa dong yang jagain anak kita. Siapapun yang sakit, kita tidak pernah menginginkannya. 

Batuk-pilek disertai demam sepertinya sudah menjadi paket ketika anak sakit. Ya seperti biasanya, saya hanya melakukan terapi makanan, melakukan pemijatan, ke dokter kalau memang sudah 3hari tidak sembuh-sembuh dan semakin tidak menunjukkan membaik kondisinya. 

Anak kedua si Nai, batuk-batuk yang tidak berhenti disertai dengan demam sudah 3 hari. Akhirnya saya bawa ke dokter, namun 2 hari setelahnya tidak ada perubahan yang signifikan. Malahan kok demamnya ngendon terus dan ketika diberikan obat penurun panas, hanya bertahan tidak sampai 1 jam dan kembali panas.

PANIK?? 

Friday, October 19, 2018

Skin Care Harian Biaya Standar



Kulit sehat idaman,, kadang selalu gagal dalam aplikasinya.
Beruntusanlah, jerawatanlah, komedoanlah, bersisiklah, pokonya yang serba - lah.. LOL

Dulu ketika berkecimpung didunia entertain yang versi lokal, ini wajah dipoles tiap malam dengan dempul-dempul yang melekat. 2008an kan belum secanggih sekarang untuk make up, masih yang serba temblok2 (opo yo bahasane, meblok2 gicu) haha.. lawan dari make up natural

Jerawatnya ampun2an, fee yang didapat setelah nge-MC, siaran di TV, atau pas lagi rekaman kegiatan off air, sebagian banyak dan besar dihabiskan untuk perawatan.

Sekarang setelah mulai menjalani aktivitas tanpa make up berlebih untuk harian dikantor, saya memilih beberapa skin care yang alhamdulillah bisa diterima sama kulit. Apa aja rangkaiannya, cuzz

 

Instagram @pujiariningsih

back 2 right way Template by Ipietoon Cute Blog Design