Tuesday, September 18, 2018

Day Care Bhakti Mulia Nuansa Islami


Bingung cari daycare mom? Yang lagi nyari di daerah depok-sleman, ini ada alternatif Day Care yang memang terjamin kebersihan dan keamanannya ☺Bhakti Mulia Family Educare Centre 

Kenapa rekomendasiin ini? Di Endorse ya? 

Disini pengajarnya minimal Sarjana loh, istri teman saya yang sarjana jurusan sastra perancis ngajarnya disini. Tuh kan pengajarnya aja udah terjamin, InsyAllah kualitas penjagaannya juga dijamin. Di Endorse? nggak lah, saya hanya ingin berbagi informasi buat para orangtua yang sedang mencari daycare yang memiliki kualitas yang baik (menurut saya). 

Dipostingan saya sebelumnya, ada juga beberapa rekomendasi Daycare dan TK di Sleman tengok lah ^_^

Terus apa aja fasilitasnya?

Monday, August 13, 2018

Wanita Pejuang Gagal Ginjal



Pernah mendengar kalau seorang menantu perempuan selalu merasa tidak nyaman dengan ibu mertua? Sering sepertinya saya mendengar ini

Momok ketika akan menjalani pernikahan adalah cerita-cerita yang terkesan seram tentang sosok seorang perempuan yang sebelumnya berkuasa penuh terhadap anak laki-lakinya. Layaknya saingan terberat adalah beradaptasi dengan Beliau yang telah melahirkan calon pasangan kita kedunia.

Kesan yang memang menjadi cerita umum dibumbui dengan drama-drama khusus tentang sosok "Ibu Mertua". Ah sudahlah nanti kalau memang waktunya nggak cocok ya akan ada jalan tengah. Ssssttt..  boleh juga berfikiran seperti itu, namun tidak semua akan bisa berfikir jernih ketika hal yang tidak diinginkan terjadi. Yup, seilisih paham dan aturan-aturan yang harus kita patuhi ketika sudah menjadi bagian dari keluarga pasangan kita.

Kemudian saya sangat merasa bersyukur dengan apa yang terjadi sekarang ini,
Ternyata memang kita tidak pernah diperbolehkan menjustifikasi tentang istilah "Ibu Mertua Musuh Terbesar Menantu Wanita". Ibu mertua yang mana dulu? dan menantu yang mana dulu?

Monday, July 30, 2018

Ibu Eksis Itu Salah



Eksistensi itu kebutuhan siapa sih?

Kalau saya sih,  buat saya dan mungkin akan berdampak untuk yang lain. Contohnya nih saya bekerja kan juga salah satu tujuannya adalah agar eksistensi saya sebagai seorang yang bernama "ari" masih bisa bergaung. Bisa saja saya memutuskan untuk tidak bekerja dan menjadi full mom, namun saat ini saya ternyata masih merasa eksis ketika bekerja. 

Salah kah saya sebagai seorang ibu dari 2 orang anak, seakan-akan menjadi manusia yang penuh ego dengan bekerja? 
Apa iya hanya dengan bekerja saja saya bisa eksis?

Saya nggak akan jawab salah atau benar ketika saya memilih untuk tetap eksis dengan bekerja. Toh buktinya memang iya begitu kenyataannya. Jika saya memilih untuk tidak bekerja dengan office hour dan stay at home apa saya nggak eksis?? Enggak juga (nah loh bingung kan).

Ternyata banyak juga loh "Mom stay at Home" juga masih bisa berkarya lebih dari yang saya lakukan. Istri temen juga nggak bekerja dan dia bisa memanfaatkan waktunya full untuk menjadi guru bagi anak-anaknya (Homeschooling). Sering share tentang kegiatan-kegiatan yang versi montesorri dan seketika saya merasa bersalah telah meninggalkan anak-anak saya untuk bekerja. 

Dilain sisi, ada juga yang nggak bekerja namun dia malah uring-uringan sama anaknya karena kesel dengan polah tingkah anaknya yang katanya menjengkelkan. Ada yang memang seorang istri bak cerita dongeng, semua-semuanya sudah disediakan suami. Nggak masak, nggak nyuci, nggak bersih-bersih dan hanya fokus ke anak dan kongkow bareng komunitas sosialitanya. Ya nggak papa banget, kan suami-suami dia yang nyediain semuanya. Bukan suami kita juga yang biayain, tapi tetep aja di nyinyirin. Karena dibalik kenyiyiran ada yang namanya sirik hahaha... 

Eksis itu salah nggak sih?
Saya rasa sih enggak ya, toh apa salahnya kalau dengan begini kita pun bisa bahagia kan. Ego banget lu jadi orangtua, ninggalin anak demi ke eksisan semata. Husshhh ANDA JANGAN JULID 

Bisa jamin nggak kalau saya dirumah dan saya bisa menjadi seperti istri teman saya yang sangat pinterest-able untuk bisa bebikinan alat peraga yang ala montessori? Nggaak ada yang bisa jamin

Bisa jamin nggak kalau saya full seharian - anak-anak akan terhindar dari omelan yang nggak jelas saya, karena saya merasa nggak betah dirumah muluk? Nggaak ada yang bisa jamin

Karena sepertinya saya bukan tipe ibu-able yang penyabar bak peri. Tapi saya juga bukan ibu bak penyihir kok,,

Saya bisa menyalurkan energi positif ke anak-anak kalau saya merasa bahagia.. Katanya kan Happy Mommy, Happy Kids kan? itu saya setuju banget,, ibarat kita mau ngisi bahan bakar untuk kendaraan, nah gimana kita bisa ngisi kalau tengki POM nya kosong.. ibaratnya nggak nyambung banget xoxoxo.. 

Ini kata psikolog di salah satu acara parenting yang saya ikuti, kalau misal emaknya lagi laper mendingan makan dulu sebelum nyuapin anak. Kenapa?? Karena nanti kalau suapin anak dulu, emaknya udah nggak konsen dan akhirnya si anak diminta cepet-cepet makannya dan ya jadi kebiasaan nggak bagus kan buat anak. 

Eksis yang seperti apa sebaiknya?

Semua bentuk eksis yang masih dalam batas kewajaran dan ada manfaatnya saya rasa itu semua baik. Ingat ya eksis itu bukan sekedar PAMER loh ya,, hanya menunjukkan kita ada dan bisa memberikan nilai plus. 

Misal sering-sering deh ikut kumpulan arisan atau ketika jenguk orang sakit atau melayat atau kondangan dan sejenisnya. Aktif kalau diajak jadi panitia yang kira-kira acaranya memang memberikan manfaat yang baik. Share hal-hal positif tapi jangan berlebihan please,, 

Apalagi sekarang gampang banget kok kalau kita mau eksis, banyak media sosial yang support itu. Ibu-ibu yang baik sekalian, please eksis lah kalau itu membuatmu bahagia dan bermanfaat. Tapi tolong ya jangan pamer yang bikin kamu di nyiyirin hahaha,, ya segimanapun kita share,, ada aja tim nyinyir yang siap sedia menjadi haters. 

Jadi ibu eksis itu salah adalah mitos (bagi saya)
Yang membuat salah adalah cara pandang kita aja. Bener aja kata Syahrini "ANDA JANGAN JULID" ,, iya jangan banyak julid ya, banyak-banyakin cari duit aja biar kita nggak kekurangan bahan obrolan. Kalau banyak duit kan yang kita lihat OL SHOP bukan Kehidupan orang lain hahaha... Husst Anda Jangan Julid (pasti ada yang komentar, banyak-banyak dzikir dong bukan banyakin cari duit -- hahaha -- emang situ tau kalau pas cari duit kita berdoa dulu kali sist)

Unfaedah banget obrolannya ya.. Hussst Anda Jangan Julid

Selamat menjemput ke eksistensian kalian hai para ibu-ibu .. baik yang dirumah maupun bekerja maupun dua-duanya lah... cari terus kebahagiaan dalam bentuk sederhana atau mewah hahaha.. 


Happy Mom - Happy Kids



Monday, July 23, 2018

Biar Langgeng, Begini Cara Ngajak Gebetan Nonton Bioskop


Hei,, udah buntu untuk membuat jodoh mendekat sama kita? jangan please, redamkan emosi dan mari kita cari solusi yes,, ✌

Buat jombloers, mengajak teman untuk nonton bioskop di CGV Karawang itu semudah menjentikkan jari tangan. Apalagi kalau ada jaminan traktir tiket. Dijamin langsung berbaris rapi. Tapi situasi nggak akan sama ketika kamu pengen ngajak gebetan nonton berdua. Namanya juga gebetan, masih belum jelas status hubungannya dan pasti ada perasaan takut salah.

Jangan biarkan perasaan maju-mundur berkecamuk di dalam dada. Cari inspirasi untuk melanggengkan acara nonton bareng gebetan, serta bikin si dia makin betah berlama-lama denganmu.

Apa aja sih cara jitu agar gebetan itu mau untuk join dalam proses pendekatan? 

Ketahui Film Kesukaannya


sumber : pogusa.com
Cinta itu butuh perjuangan. Nggak usah takut untuk dipermalukan ketika kamu tanya kepada sahabat-sahabatnya, film apa yang disukainya. Bila perlu, lakukan pendekatan dengan menyiapkan traktiran untuk sang sumber informasi. Biar dia kagum dan percaya dengan kesungguhanmu.

Kalau umpan sudah termakan, sedot informasi sebanyak-banyaknya. Mulai dari bintang film kesukaannya, genre yang disukai, dan berbagai hal lain seputar film favoritnya.

Perbanyak perbendaharaan tentang film yang gebetan kalian sukai,, biar nyambung ketika kalian lagi ngobrol. Nggak yang blind banget tentang film, kalian akan terlihat lebih smart lagi boy. 

Saturday, June 30, 2018

LDR Dengan Suami Susah Nggak?



It is easy to hear, but it is too hard for practice ..
Kayak orang ngomong mah gampang, coba kalau jalani bisa kagak? Depend on sih.. 
Saya baru berani nulis gini setelah ngerasain 5 bulan ini LDR an sama suami.. Percaya nggak percaya itu kayak siap nggak siap.

Pernah LDR sebelumnya ?

Pernah, dulu banget ketika masih belum terikat (I mean sama mantan 😋) .. itu aja udah kayak hopeless dan butuh effort tinggi. Tapi ya sudahlah, itu biarkan jadi cerita saya 👻👻

Memang kenapa harus LDR?

 

Instagram @pujiariningsih

back 2 right way Template by Ipietoon Cute Blog Design